Bagi yang sering presentasi atau ikut seminar, rasanya tidak akan asing dengan alat bantu satu ini : Laser Pointer

Yup. Alat ini di gunakan untuk menunjukkan kepada audiens tentang materi yang di sampaikannya melalui layar projector. pointer laser akan di arahkan pada bagian materi tertentu yang membutuhkan penekanan. tujuannya tentu agar sudut pandang materi yang disampaikan menjadi lebih akurat.

Apa hubungannya dengan strobist ?

Sembilan puluh persen saya motret dengan Teknik strobist. Kamu yang motret dengan strobist tentu merasakan apa saja kelebihan-kelebihannya. Banyak bukan…?

Namun, harus diakui strobist juga punya kelemahan. Salah satunya sulit menentukan penempatan Flash secara akurat. Kita tidak punya panduan arah jatuhnya cahaya dan shadow pada objek yang akan difoto. Hal ini karena sebagian besar speedlight/flash yang beredar tidak dilengkapi dengan modeling light. Inilah perbedaannya dengan lampu studio.

Tanpa modeling light, kita jadi banyak mengandalkan perkiraan-perkiraan. Jam terbang menjadi sangat berpengaruh. Semakin berpengalaman, semakin akurat pula menentukan penempatan speedlight/flash.

Sebaliknya. Bagi yang baru mulai, mengatur penempatan flash bisa sangat menyita waktu. juga pikiran. Tiap perubahan posisi, harus diikuti dengan percobaan shoot. Bila dirasa belum pas, geser lagi – lalu coba lagi. Begitu seterusnya

Sering terjadi, kebutuhan hanya satu shoot butuh hingga 20 kali percobaan. Pemotretan 5 menit, setup lighting bisa sampai 2 jam.

Pointer laser ini bisa menjadi salah satu solusi mengatasi kelemahan diatas. Sinarnya akan memandu penempatan flash dan arah cahaya yang sesuai. Cara ini bisa meminimalisir faktor tebak menebak saat mengatur letak dan arah flash.

Memang tidak berlaku pada semua objek. tapi lebih spesifik pada objek yang sifatnya reflektif. seperti botol, gelas, dan benda-benda sejenis lainnya.


Bagaimana cara kerjanya ?

Cara kerjanya sederhana. Misal objek Foto kita adalah Botol yang di kelilingi oleh diffuser atau reflector. Laser Pointer kita tempatkan pada titik axis kamera. Tepatnya lensa. Lalu arahkan ke bagian objek yang diharapkan menjadi tempat jatuhnya cahaya. Karna sifatnya yang reflektif, maka sinar Laser Pointer ke objek tadi akan memantul kembali ke titik tertentu. Bisa ke kiri, kanan, atas, bawah dan seterusnya. Pantulannya akan terlihat pada reflector/diffuser di sekeliling objek. Nah… pada titik pantulan itulah cahaya flash kita tempatkan. Atur arah sesuai kebutuhan.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat (LM)

0Shares